Jumat, 13 Juli 2012

Yang Saya Dapatkan di Pelajaran TIB

Ini adalah makalah yang dibuat untuk memenuhi tugas TIB kelas G dengan dosen pengampu bapak Adityawarman, S.E, M.Acc, Akt.
Didalam kelas ini, kami diberikan sebuah buku dengan judul “Introduction to Information Systems” karya James A. O’Brien dan George M Marakas

Dari judulnya saja kita dapat tahu bahwa buku ini masih sebatas pengantar mengenai Information Systems dan belum mempelajari secara detail mengenai pembuatan Information Systems.
Buku ini terdiri dari 5 modul yang didalamnya memuat beberapa chapter, modul dan chapter itu adalah:
Module
Judul Module
Chapter
Judul Chapter
I
Foundation Concepts
1
Foundations of Information Systems in Bussines


2
Competing with Information Technology
II
Information Technologies
3
Computer Hardware


4
Computer Software


5
Resource Management


6
Telecomunications and Networks
III
Bussines Applications
7
Electronic Bussines Systems


8
Electronic Commerce Systems


9
Decision Systems Support
IV
Development Processes
10
Developing Bussines / IT Solutions
V
Management Challenges
11
Security and Ethical Challenges


12
Enterprise and Global Management of Information

A.    module I
yaitu Foundation Concepts membahas mengenai dasar-dasar Sistem Informasi dalam bisnis dan bagaimana perpaduannya dengan teknologi. Dalam chapter 1 lebih dibahas mengenai dasar system informasi dan dalam chapter 2 lebih dibahas mengenai konsep strategi yang kompetitif
Diagram diatas adalah framework yang memuat hal-hal penting dari system informasi yang perlu diketahui oleh pebisnis professional.



\
Berikut klasifikasi dari system informasi yang dapat membantu bidang operasi dan manajemen
B.     Module II
Yaitu Information Technologies dimana dalam modul ini dibahas mengenai perangkat lunak dan perangkat keras computer, sumberdaya manajemen, dan jaringan dan telekomunikasi
Gambar diatas adalah kategori kategori dari perangkat keras penyusun computer yang terdiri dari microcomputer systems, midrange systems, dan mainframe systems.
Diatas adalah kilasan mengenai perangkat lunak computer yang dapat digunakan untuk aplikasi dan system dimana dari aplikasi dan software memiliki fungsi masing-masing.
Dan gambar diatas adalah ketersediaan yang ada dalam jaringan sekarang ini, maksutnya apa saja yang sudah bias dibagi dalam jaringan internet sekarang ini missal video call, berbagi gambar, broadcast tv dll.

C.     Module III
Yaitu Bussines Application, dalam modul ini dijelaskan mengenai system elektronik bisnis, system elktronik commerce, dan aplikasi yang dapat menunjang penentuan keputusan
Dalam chapter 7 akan dibahas bagaimana untuk membangun system bisnis itu serta fungsi-fungsi apa yang kita dapat setalah membangunnya.
Dalam chapter 8 akan dibahas dasar-dasar dari system commerce dan alasan kenapa sampai e-commerce berkembang begitu pesat saat ini, serta dibahas juga isu-isu mengenai perkembangan e-commerce sekarang ini.
Dalam chapter 9 akan dibahas pentingnya system penunjang keputusan dalam bisnis dan artificial intelligence dalam bisnis
\
D.    Module IV
Yaitu Development Processes, dalam modul ini menjelaskan bagaimana cara untuk mengembangkan bisnis dengan menggunakan IT dan bagaimana juga cara mengembangkan IT yang efektif dan efisien

E.     Module V
Yaitu Management challenges, dalam modul ini menjelaskan pentingnya keamanan dan menjaga etika penggunaan teknologi dalam bisnis serta bagaimana membangun dan memanaje informasi untuk global maksutnya untuk pihak-pihak intern maupun pihak-pihak ekstern
Gambar diatas menunjukan bagaimana perusahaan melindungi diri mereka dan kejahatan cyber dengan berbagai cara dan berapa kisaran biaya yang dikeluarkan untuk keamanan tersebut
Gambar diatas yaitu memontior dengan computer dapat digunakan untuk mencatat produktifitas seseorang saat mereka bekerja, karena jika tidak diawasi ditakutkan akan membuat karyawan menurun produktifitasnya misalnya bermain facebook / twitter saat bekerja, meskipun hal itu tidak secara langsung menurunkan produksi namun lama kelamaan dapat mengganggu konsentrasi pekerja dan akhirnya berkurang juga produktifitasnya
Gambar diatas adalah salah satu usaha untuk melindungi data dengan encryption yaitu pengacakan data yang hanya dapat dibaca oleh orang dalam agar tidak bocor kepada orang yang tidak berkepentingan agar tidak dapat disalahgunakan oleh pihak luar
\
Gambar diatas adalah komponen dari manajemen teknologi dan masing-masing penanggungjawab di setiap areanya yang penganggung jawab itu adalah CEO, CIO, CTO, dan IT man

MATERI LAIN
Selain materi dalam buku yang diberikan dalam mata kuliah ini pak adityawarman juga sering memberikan materi-materi lain yang berkaitan dengan mata kuliah ini dan juga beberapa fakta-fakta mengenai ekonomi di Indonesia, misalnya saat penyetelan video yang ditayangkan langsung melalui streaming di youtube dengan judul Cigarates, Sex, and Lies, kemudian antisipasi penipuan dalam penjualan online dengan memberikan beberapa modus operandi yang biasa digunakan oleh penjahat, dan juga membahas isu-isu yang sedang hangat dibicarakan di Negara kita.

Itulah beberapa hal yang saya pelajari dalam kelas G mata kuliah Teknologi Informasi Bisnis dengan dosen pengampu bapak Adityawarman, S.E, M.Acc, Akt.

Rabu, 11 Juli 2012

E-Commerce

Oleh : Albertus Bayu
12030111130058

Hal- hal yang saya dapat selama pelajaran TIB selama satu semester ini ada yang berupa materi pelajaran ada juga yang berupa non- materi pelajaran. Banyak hal yang saya tidak sadari, telah saya dapat secara tidak langsung di pelajaran TIB ini.
Yang pertama yaitu hal non- materi pelajaran yang saya dapat yaitu saya mendapatkan pengalaman bekerja kelompok dan bekerja sebagai tim dalam menyusun dan mrencanakan sesuatu yang akan kita tampilkan. Antara lain dalam pembagian tugas, membuat kerangka dan isi power point yang baik, dan materi- materi yang lebih mendalam ketika saya mempelajari materi yang merupakan tugas saya untuk mempresentasikan.
Cara membuat Power Point yang baik saya dapatkan di http://www.presentasi.net. Di situ kita bisa melihat dan menerapkan tips- tips yang diberikan supaya kita dapat membuat presentasi yang menarik, tidak membosankan, berisi, dan tentunya bermutu saat kita menampilkan slide- slide power point yang telah kita rancang pada saat presentasi. Dan tentunya ini salah satu modal berharga untuk masa depan.
Selain itu saya juga mengetahui secara riil tentang e-commerce  karena Pak Adityawarmanpun mengelola sebuah bisnis e-commerce. Jadi saya mngetahui bahwa bisnis e- commerce bukanlah bisnis yang mustahil dan hanya ada di teori dan perdagangan luar negeri. Tetapi kita sendiripun tentu-nya bisa berbisnis e- commerce juga dengan mudah dan dengan prospek yang menjanjikan.
Maka dari itu pada artikel ini saya akan membahas tentang e-commerce dan berbagai penjelasannya dari beberapa sumber yang saya rangkum.
Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunanya kini ialah e-commerce. Makhluk apa sesungguhnya e-commerce itu, bagaimana ia dapat mempermudah penggunanya, serta peran pentingnya akan dibahas dalam tulisan ini.
Pengertian E-Commerce
Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka.
Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:
1.         Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
2.         Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.
Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. 
Mekanisme e-commerce
Pembeli yang hendak memilih belanjaan yang akan dibeli bisa menggunakan ‘Shopping Cart’ untuk menyimpan data tentang barang-barang yang telah dipilih dan akan dibayar. Konsep ‘Shopping Cart’ ini meniru kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar swalayan. ‘Shopping Cart’ biasanya berupa formulir dalam web, dan dibuat dengan kombinasi CGI, database, dan HTML. Barang-barang yang sudah dimasukkan ke shopping cart masih bisa di-cancel, jika pembeli berniat untuk membatalkan membeli barang tersebut.
Jika pembeli ingin membayar untuk barang yang telah dipilih, ia harus mengisi form transaksi. Biasanya form ini menanyakan identitas pembeli serta nomor kartu kredit. Karena informasi ini bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah, maka pihak penyedia jasa e-commerce telah mengusahakan agar pengiriman data-data tersebut berjalan secara aman, dengan menggunakan standar security tertentu.
Setelah pembeli mengadakan transaksi, pihak retailer akan mengirimkan barang yang dipesan melalui jasa pengiriman langsung ke rumah pembeli. Pembeli bisa melacak tracking status secara langsung dengan memasukkan nomor resi pengiriman pada website jasa pengiriman tersebut. Namun ada juga beberapa Online Shop yang menyediakan layanan transaksi COD (Cash on Delivery) selain karena faktor kebiasaan juga karena faktor kepercayaan pembeli tersebut yang kurang memiliki kepercayaan yang cukup terhadap mekanisme jual beli online. 
Karena kita juga belajar tentang software, maka dibawah ini adalah Software yang mendukung kegiatan e-commerce.
Software untuk pembuatan e-commerce
Dalam pembuatan Online Shop di internet, diperlukan software-software tertentu untuk mengatur inventarisasi barang dan proses transaksi jual beli barang. Di pasaran, sudah terdapat software-software khusus untuk membuat sistem E-Com, seperti Intershop Online keluaran Intershop Communications, Merchant Server keluaran Microsoft Corp, dan Electronic Commerce Suite keluaran iCat. Pada umumnya software-software untuk pembuatan E-Commerce ini menggunakan database untuk penyusunan katalog. Database yang digunakan biasanya adalah DB2, Oracle, atau SQL. Software-software itu khusus dijual kepada pihak-pihak yang berniat membangun Online Shop, dan tentunya dijual dengan harga yang tidak murah.
Untuk menghemat biaya, alangkah baiknya kita bisa memanfaatkan software CMS gratisan yang ada diinternet seperti yang ada pada opensourcecms.com. Disitu terdapat berbagai macam platform CMS yang sudah siap Pakai. Khusus E-commerce saja ada sekitar 12 CMS yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan kita dan menurut saya pribadi hampir semuanya sangat baik diterapkan untuk website E-Commerce kita.
Alternatif transaksi pembayaran dalam  e-commerce
Untuk pembayaran, e-commerce menyediakan banyak alternatif. Caranya adalah dengan terlebih dahulu mendaftar sebagai customer pada web tersebut. Pembeli yang telah mempunyai kartu kredit dapat menggunakan kartu tersebut untuk pembayaran. Selain kartu kredit, alternatif lainnya adalah dengan menggunakan e-cash. E-cash sebenarnya merupakan suatu account khusus untuk pembayaran melalui internet. Account tersebut dibuka dengan menggunakan kartu kredit yang dipunyai sebelumnya. Customer hanya perlu mengisi pada account e-cashnya untuk digunakan.
Bila tidak ada kartu kredit bisa juga dengan cara via transfer melalu rekening bank yang telah ditentukan. Pihak retailer membalas pesanan pembeli dengan memberikan nomor rekening untuk mentransfer pembayarannya.
Alternatif lain yang sedang populer saat ini adalah dengan menggunakan jasa rekening bersama. Saya pribadi sudah beberapa kali mengandalkan transaksi seperti ini khususnya ketika membeli barang elektronik secara online yang harganya jutaan rupiah. Contoh website yang menerima jasa rekening bersama http://www.rekeningbersama.com/.
 Mekanisme Transaksi Rekening Bersama
Atau bisa juga dengan menggunakan smartcard. Di Singapura, smartcard dikenal dengan istilah cash card. Pemakaian smartcard ini hampir sama dengan pemakaian kartu ATM yang biasa dipakai untuk berbelanja, yaitu pada saat transaksi, uangnya didebet langsung dari account di bank. Untuk pembayaran di internet, user harus memiliki ‘smart card reader’. Dalam pemakaiannya, alat khusus ini disambungkan ke port serial di komputer. Pada saat melakukan transaksi, kartu smart card harus digesekkan ke alat tersebut, sehingga chip yang terdapat di kartu dapat dibaca oleh komputer. Untuk softwarenya, digunakan software bernama ‘e-wallet’.

Keamanan di e-commerce
Beragam kasus-kasus yang muncul berkaitan dengan pelaksanaan transaksi terutama faktor keamanan dalam e-commerce ini tentu sangat riskan bagi para pihak terutama konsumen. Padahal jaminan keamanan transaksi e-commerce sangat diperlukan untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen. Apabila hal tersebut terabaikan maka bisa dipastikan akan terjadi pergeseran efektivitas transaksi e-commerce dari falsafah efisiensi menuju arah ketidakpastian yang akan menghambat upaya pengembangan pranata ecommerce.
Dalam prakteknya, berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet dan browser yang mendukung transaksi elektronik yang aman, seperti Microsoft Internet Explorer yang bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security (seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang menggunakan e-com.
Yang menandakan suatu e-commerce web site aman atau tidak adalah adanya tanda khusus yang muncul di status bar di bagian bawah layar browser. Pada IE, tanda yang muncul adalah tanda gembok terkunci di pojok kanan status bar. Jika tanda-tanda tersebut muncul, berarti Anda sedang ter-connect pada server yang aman.

Manfaat e-commerce
Dengan melalui internet tentunya banyak manfaat yang dapat diambil dari e-commerce, yaitu:
  1. Jangkauan perdagangan lebih luas (dunia), tanpa batas-batas wilyah dan waktu.
  2. Penghematan sumber daya.
  3. Availabilitas : Buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tidak mengenal hari libur dan hari besar.
  4. Skalabilitas : Dapat diperluas atau diperbanyak item barang tanpa batasan.
  5. Konsumen memperoleh informasi yang beragam dan mendetail (bussiness to customer e-commerce).
  6. Disintermediation, proses meniadakan calo dan pedagang perantara.

Kelemahan e-commerce
Perdagangan melalui internet memang memudahkan customer untuk bertransaksi jual-beli. Namun demikian, e-commerce juga memiliki kelemahan. Dengan metode transaksi elektronik yang tidak mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung dan tidak melihat secara langsung barang yang diinginkan bisa menimbulkan permasalahan yang merugikan konsumen. Berikut beberapa kelemahan dari e-commerce:
  1. Isu Security.
  2. Ketidaksesuaian jenis dan kualitas barang yang dijanjikan.
  3. Ketidaktepatan waktu pengiriman barang.
  4. Faktor keamanan transaksi seperti keamanan metode pembayaran merupakan salah satu hal urgen bagi konsumen. Masalah ini penting sekali diperhatikan karena terbukti mulai bermunculan kasus-kasus dalam e-commerce yang berkaitan dengan keamanan transaksi, mulai dari pembajakan kartu kredit, stock exchange fraud, banking fraud, hak atas kekayaan intelektual, akses illegal ke sistem informasi (hacking) perusakan website sampai dengan pencurian data.